Tuesday, December 16, 2014

Jangan Memilih Cacat

Kemarin saya sempat mengunjungi tempat keramaian. Orang-orang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Terlihat manusia dengan segala macam warnanya. Seorang renta yang berdiri di pinggir bangku taman sedangkan seorang anak dengan fisik yang kuat duduk menyilangkan kaki di atas bangku. Sedangkan seorang yang melemparkan sisa makanan ke bahu jalan sedangkan di sampingnya duduk dengan manisnya tempat sampah. “Bagaimana pandangan anda tentang orang yang terlahir dengan cacat fisik, padahal tuhan mengatakan bahwa kita diciptakan dengan sempurna?” Sejenak pertanyaan tersebut terlintas di pikiran saya. Saya tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut. Apakah kesempurnaan yang Tuhan maksud adalah kesempurnaan fisik. Entahlah,marilah kita merenung bersama. Seorang pengemis buta memberikan sepotong roti kepada anak kecil dengan pakaian dekil. Sedangkan si cacat dengan tongkatnya tertatih menuju ke mesjid untuk menjawab panggilan azan. Dua kasus di atas seketika menyayat sembilu. Seorang dengan mata buta namun memiliki mata hati yang tajam, sedangkan si pincang malah dengan ikhlas menantang jarak hanya sekedar menjawab panggilan Tuhannya. Pertanyaannya adalah, dimanakah kita selama ini yang selalu merasa sempurna. Apalah arti fisik yang sempurna sedangkan spiritual kita cacat. Sungguh sangat menyedihkan jika mengaku sempurna sedangkan pada hakikatnya kita cacat. Jasmani kita bisa saja cacat, akan tetapi rohani kita sehat. Persembahkan yang terbaik.

No comments:

Post a Comment

Baca Juga

Cara Menghemat Data WhatsApp

Panduan WhatsApp   Cara Menghemat Data WhatsApp . Siapa sih yang tidak tau aplikasi chatting whatsApp? Aplikasi ini sudah tembus ha...