Tuesday, January 13, 2015

Kita Berbeda tetapi Kita Sama



Sepulang kampus segera kurebahkan badan di atas kasur setengah empuk. Kutatap jam dinding yang sepertinya malas bergerak dan masih menunjukkan pukul 15.00. Pikiranku langsung tertuju ke film yang baru saja kuambil dari teman di kelas tadi.
Laptop hitam kesayanganku pun saya buka dan segera kucari file PK yang adalah judul dari film tersebut. Ada banyak tanya dalam benakku tentang film tersebut. Genrenya apa, pesan moralnya apa, dan setumpuk pertanyaan yang mengganggu pikiranku.
Film pun dimulai. Te deng. Setelah melihat video pembukanya, ternyata film bolliwod. Maklum, poster filmnya tidak terlalu saya perhatikan. Akhirnya timbul sebuah hipotesis di benakku kalau film ini adalah kias asmara yang berakhir tragis.
Film ini menceritakan seorang tokoh yang disebut PK (Aamir Khan) yang berasal dari planet lain dan datang ke bumi untuk sebuah misi. Sesampainya di bumi kalungnya yang merupakan remot pesawat kontrol pesawatnya dicuri seseorang. Walhasil, dari sinilah tumpukan pesan dari film ini mulai disampaikan.
Pada akhirnya, PK meminta kepada Tuhan untuk menemukan barangnya tersebut. Akan tetapi di dunia terlalu banyak Tuhan yang dimintai pertolongan. PK menjadi bingung kepada Tuhan siapa ia harus meminta pertolongan. Sehingga di tengah kebingungan tersebut, PK meminta kepada semua Tuhan yang manusia kenal dengan menjalankan ritual keagamaan dari setiap agama. Karena PK menganggap, bahwa di antara semua Tuhan tersebut pasti ada yang Tuhan yang sesungguhnya dan akan mendengarkan jeritannya.
Pencarian PK tidak menuai hasil. Dia pun berkesimpulan bahwa telah terjadi salah sambung antara dia dengan Tuhan sama halnya antara kita selama ini dengan Tuhan. Dia beralasan bahwa, banyaknya permintaan yang tidak terkabul dikarenakan adanya salah sambung antara kita dengan Tuhan. Bahkan PK mempertanyakan keberadaan Tuhan sesungguhnya.
Di akhir cerita, PK mengetahui bahwa pencuri alatnya tersebut telah dijual kepada seorang Tokoh agama dan menjadikannya sebuah alat untuk menipu kepercayaan banyak orang. Dari situlah PK beranggapan bahwa tidak pernah terjadi salah sambung antara dia dengan Tuhan. Akan tetapi sosok yang dijadikan Tokoh agamalah yang salah. Salah memberikan informasi kepada kita sehingga banyak pesan Tuhan yang tidak tersampaikan.
PK juga menyadari bahwa terkadang ada masa kita sendiri tanpa teman, tidak bisa mencari makanan sendiri untuk dimakan, dan merasa kesepian. Dan di saat itu kita memiliki satu hal yaitu Tuhan. Akan tetapi menurut PK ada dua Tuhan. Pertama adalah Tuhan yang menciptakan kita semua yang hanya sedikit pengetahuan yang kita tahu tentangnya. Dan yang kedua adalah Tuhan yang diciptakan oleh tokoh-tokoh agama yang terkadang memberikan kepada kita harapan palsu.
Kita semua terlahir sama dalam keadaan telanjang. Maka sesekali kita mesti telanjang dan menengok ke dalam sebelum berkata seperti Ebiet G. Ade berkata. Perbedaan yang terjadi mungkin kita sendirilah yang menciptakannya. Namun di antara jutaan perbedaan yang mengelilingi kita, percayalah bahwa kita diciptakan oleh Tuhan yang sama dan terlahir dalam keadaan sama.
Wallahu a’lam.
Baca juga Siswa Peradaban

No comments:

Post a Comment

Baca Juga

Cara Menghemat Data WhatsApp

Panduan WhatsApp   Cara Menghemat Data WhatsApp . Siapa sih yang tidak tau aplikasi chatting whatsApp? Aplikasi ini sudah tembus ha...