Sepulang kampus segera kurebahkan
badan di atas kasur setengah empuk. Kutatap jam dinding yang sepertinya malas
bergerak dan masih menunjukkan pukul 15.00. Pikiranku langsung tertuju ke film
yang baru saja kuambil dari teman di kelas tadi.
Laptop hitam kesayanganku pun
saya buka dan segera kucari file PK yang adalah judul dari film tersebut. Ada
banyak tanya dalam benakku tentang film tersebut. Genrenya apa, pesan moralnya
apa, dan setumpuk pertanyaan yang mengganggu pikiranku.
Film pun dimulai. Te deng.
Setelah melihat video pembukanya, ternyata film bolliwod. Maklum, poster
filmnya tidak terlalu saya perhatikan. Akhirnya timbul sebuah hipotesis di
benakku kalau film ini adalah kias asmara yang berakhir tragis.
Film ini menceritakan seorang
tokoh yang disebut PK (Aamir Khan) yang berasal dari planet lain dan datang ke
bumi untuk sebuah misi. Sesampainya di bumi kalungnya yang merupakan remot
pesawat kontrol pesawatnya dicuri seseorang. Walhasil, dari sinilah tumpukan
pesan dari film ini mulai disampaikan.
Pada akhirnya, PK meminta kepada
Tuhan untuk menemukan barangnya tersebut. Akan tetapi di dunia terlalu banyak
Tuhan yang dimintai pertolongan. PK menjadi bingung kepada Tuhan siapa ia harus
meminta pertolongan. Sehingga di tengah kebingungan tersebut, PK meminta kepada
semua Tuhan yang manusia kenal dengan menjalankan ritual keagamaan dari setiap
agama. Karena PK menganggap, bahwa di antara semua Tuhan tersebut pasti ada
yang Tuhan yang sesungguhnya dan akan mendengarkan jeritannya.
Pencarian PK tidak menuai hasil.
Dia pun berkesimpulan bahwa telah terjadi salah sambung antara dia dengan Tuhan
sama halnya antara kita selama ini dengan Tuhan. Dia beralasan bahwa, banyaknya
permintaan yang tidak terkabul dikarenakan adanya salah sambung antara kita
dengan Tuhan. Bahkan PK mempertanyakan keberadaan Tuhan sesungguhnya.
Di akhir cerita, PK mengetahui
bahwa pencuri alatnya tersebut telah dijual kepada seorang Tokoh agama dan
menjadikannya sebuah alat untuk menipu kepercayaan banyak orang. Dari situlah
PK beranggapan bahwa tidak pernah terjadi salah sambung antara dia dengan
Tuhan. Akan tetapi sosok yang dijadikan Tokoh agamalah yang salah. Salah
memberikan informasi kepada kita sehingga banyak pesan Tuhan yang tidak
tersampaikan.
PK juga menyadari bahwa terkadang ada masa
kita sendiri tanpa teman, tidak bisa mencari makanan sendiri untuk dimakan, dan merasa
kesepian. Dan di saat itu kita memiliki satu hal yaitu Tuhan. Akan tetapi
menurut PK ada dua Tuhan. Pertama adalah Tuhan yang menciptakan kita semua yang
hanya sedikit pengetahuan yang kita tahu tentangnya. Dan yang kedua adalah Tuhan
yang diciptakan oleh tokoh-tokoh agama yang terkadang memberikan kepada kita
harapan palsu.
Kita semua terlahir sama dalam
keadaan telanjang. Maka sesekali kita mesti telanjang dan menengok ke dalam sebelum
berkata seperti Ebiet G. Ade berkata. Perbedaan yang terjadi mungkin kita
sendirilah yang menciptakannya. Namun di antara jutaan perbedaan yang
mengelilingi kita, percayalah bahwa kita diciptakan oleh Tuhan yang sama dan
terlahir dalam keadaan sama.
Wallahu a’lam.
Baca juga Siswa Peradaban
No comments:
Post a Comment