PRABOWO VS JOKOWI
Beberapa hari yang lalu, pikiran kita tertuju kepada agenda KPU
(komisi Pemilihan Umum) yaitu debat cawapres dan capres Indonesia. Agenda ini
tidak lain dan tak bukan menyampaikan visi misi mereka serta untuk meyakinkan
masyarakat akan pilihannya.
Dua kandidat pun menyampaikan pandangannya tentang Indonesia yang
lebih baik. Sehingga tak salah dalam pikiran kami muncul Indonesia yang ideal.
Indonesia tanpa korupsi, Indonesia tanpa konflik SARA, dan masalah-masalah lain
yang selama ini melilit kita dan bangsa ini.
Pemilihan presiden kali ini sangat unik. Hanya ada dua kandidat, hingga mau tidak mau
satu pasangan di antara mereka akan tertawa di atas penderitaan kandidat
lain(semoga tidak berlebih). Ibarat pertandingan final dengan satu leg, tentu
akan sangat menegangkan.
Selain itu, kandidat ini bagi saya cukup mumpuni dan cocok dengan
kondisi Indonesia saat ini. Dua capres dengan latar belakang berbeda sangat
cocok dengan apa yang dibutuhkan rakyat Indonesia. Hal ini tentu akan lebih
indah jika kita menafikan sejenak apa yang telah dilakukan kandidat kita.
Karena jika tidak, sangat sulit kita melihat putih jika kita lebih banyak
meluangkan waktu untuk melihat noktah hitam dari mereka. Apalagi yang banyak
beredar hanya bualan belaka yang tidak didasari bukti yang otentik.
Prabowo dengan latar belakang TNI dan merupakan pemerhati pertanian
dengan HKTI-nya tentu sangat cocok Indonesia saat ini. Indonesia yang kian hari
mulai dianggap remeh di bidang pertahanan diharapkan mampu tertutupi dengan
pengalaman yang dimiliki oleh Prabowo. Hal ini bukan tanpa alasan. Batas
teritorial yang sering dilanggar, pesawat tempur yang kadang jatuh sebelum
beraksi, pembobolan situs-situs negara merupakan pukulan telak akan lemahnya
pertahanan kita di bidang keamanan.
Selain itu, sebagian besar rakyat Indonesia adalah seorang petani.
Semoga dengan terpilihnya Prabowo bisa membawa angin segar bagi ketahanan
pangan negara kita. Sehingga bangsa kita bisa lebih makmur dan sejahtera.
Jokowi pun ibarat juru selamat bagi bangsa kita. Kepercayaan
masyarakat yang kian hari tergerus seiring dengan munculnya kasus-kasus korupsi
ke permukaan. Gaya blusukannya sangat pas untuk mengembalikan kepercayaan
masyarakat terhadap pemerintah. Gaya plesirannya ke pelosok bisa mengobati
kerinduan masyarakat terhadap pemerintahnya yang mungkin selama ini
dipisahkan oleh jurang yang sangat dalam.
Dua kandidat kita juga dibelakangi oleh dua sosok dengan latar
belakang ekonomi. Kolaborasi yang sangat pas untuk menatap pasar bebas di tahun
2015. Sehingga Indonesia tak hanya menjadi negara yang kuat lagi makmur, namun
mampu bertahan dalam badai persaingan yang sangat ketat.
Akhirnya siapapun yang terpilih di antara mereka tidak sekedar
memberikan harapan palsu. Pagi berjanji, namun petang belum datang janjinya
telah mereka lupakan entah kenapa. Dan yang belum sempat menduduki kursi nomor
satu negara ini, kita berharap agar turut serta membangun bangsa ini. Serta
gagasan-gagasan positif mereka tetap diwujudkan. Dengan begitu Indonesia yang
baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur tidak akan menjadi mimpi di siang bolong.
Sumber gambar: www.metrosulteng.com

No comments:
Post a Comment