Monday, June 9, 2014

Ikan Cerdas



Siapa yang Bodoh

Ketika sedang libur dan hari kebetulan cerah, salah satu hiburan yang paling cocok ialah dengan memancing di danau atau di tepi sungai. Mungkin cara ini bisa menjadi obat bagi kita setelah banyak kesibukan yang kita lalui dalam sepekan.
Segera kusiapkan peralatan pancing dan setengah kaleng cacing sebagai umpan. Saya duduk tepat di bawah sebatang pohon. Batangnya rindang dan angin sepoi membuatku semakin enjoy. Saraf yang tadinya tegang sedikit demi sedikit meregang menikmati suasana tepi danau.
Tidak lama kemudian, umpanku dimakan ikan. Seketika kutarik dan seekor ikan tergantung di mata kail. Segera kuambil ikan tersebut dan umpannya asa ganti. Tidak lama kemudian kailku kembali bergetar. Kali ini ikannya lebih besar. Segera kutarik dan kuambil ikan tersebut.
Sesaat kemudian kulemparkan kembali mata kail dengan umpan caci ke dalam air. Saya sedikit termenung. Sambil memandang ke danau, tiba-tiba terlintas di pikiranku tentang ikan. Betapa bodohnya mereka. Mungkin usia moyang mereka bisa saja lebih tua dari mata kail yang saya gunakan ini. Bentuk kail ini pun dari dulu hingga sekarang tidak pernah ada revisi atau inovasi. Akan tetapi, tetap saja ikan selalu tertipu hingga hidup mereka berakhir di atas penggorengan adu panggangan. Atau mungkin suatu kebanggaan bagi mereka jika hidup di ujung kail. Entahlah, saya bukan menteri perlindungan hewan.
Seketika saya ingin bertanya kepada ikan-ikan tersebut dan memberitahukan betapa bodohnya mereka. Padahal kami manusia dikatakan pintar jika sering mengkonsumsi ikan. Bagaimana mungkin makhluk bodoh seperti ikan dapat mencerdaskan manusia.
Tiba-tiba terdengar sebuah suara. “ Tahukah kamu kenapa kami selalu tertipu? Karena tidak pernah moyang kami bercerita kalau kail yang kalian buat adalah tanda bahaya. Ketika kami tertangkap, kalian langsung menjadikan kami santapan hingga kami tak sempat memberitahukan sanak keluarga kami tentang kail kalian itu. Tidak pernah juga Tuhan  mengirimkan utusannya kepada kami dan menyampaikan kalau kail itu adalah tipuan. Yang kami lihat hanyalah  umpan lezat sebagai penyambung hidup. Mata kail itu pun tidak pernah menyatakan kepada kami kalau mereka adalah musuh kami. Jadi jangan salahkan kami jika kami sampai sekarang masih tertipu”.
Masuk di akal juga kata-katanya. Kemudian dia melanjutkan. “Kami berbeda dengan manusia. Moyang mereka selalu bercerita kalau iblis adalah musuh mereka. Mereka selalu dikelilingi orang-orang yang selalu memberitahukan bahwa iblis adalah ancaman bagi mereka. Tuhan juga mengutus rasul dan nabi ditambah kitab yang mengabarkan bahwa iblis adalah musuh nyata bagi manusia. Bahkan iblis pun pernah berkhotbah bahwa mereka adalah musuh nyata dan akan menyesatkan mereka.
قال رب بما اغويتنى لأزينن لهم فى الارض ولأغوينهم اجمعين
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya (la-Hijr :39).

Tapi toh manusia yang pintar dan dikaruniai akal itu sesampai sekarang masih tertipu. Bolehkah saya bertanya manusia, siapakah yang lebih bodoh?”

Sebentar lagi akan datang bulan penuh barakah. Saatnya kita buktikan bahwa ikan salah menilai manusia.

Wallahu a’lam.

No comments:

Post a Comment

Baca Juga

Cara Menghemat Data WhatsApp

Panduan WhatsApp   Cara Menghemat Data WhatsApp . Siapa sih yang tidak tau aplikasi chatting whatsApp? Aplikasi ini sudah tembus ha...